Sinking fund adalah dana khusus untuk pengeluaran dengan nominal dan tanggal bayar sudah diketahui, seperti pajak kendaraan, tiket pulang kampung, atau biaya sertifikasi. Adapun untuk menyiapkannya, bagi target dana dengan jumlah bulan sampai tenggat, lalu setor hasilnya ke rekening terpisah setiap gajian. Saat tagihan datang, uangnya sudah tersedia dan kamu tidak perlu berutang.

Banyak karyawan baru menyadari pentingnya dana ini ketika dua tagihan besar datang di akhir bulan. Gaji habis untuk menutup tagihan, lalu kebutuhan bulan berikutnya ikut tertunda. Artikel ini menunjukkan cara menghitung dan mengalokasikannya dari gaji bulanan.

Sinking Fund adalah Dana Terencana untuk Pengeluaran Pasti

Sinking Fund adalah Dana Terencana untuk Pengeluaran Pasti

Dana ini punya tiga ciri yaitu target nominal, tenggat, dan setoran rutin. Bukan tabungan bebas pakai. Setiap rupiah sudah punya tujuan sejak awal. Beberapa contoh pengeluaran karyawan untuk sinking fund:

  • Pajak kendaraan tahunan;
  • Servis kendaraan berkala;
  • Tiket pulang kampung saat cuti atau lebaran;
  • Biaya sertifikasi atau pelatihan;
  • Penggantian laptop atau ponsel kerja;
  • Premi asuransi tahunan.

Semua pengeluaran ini bukan keadaan darurat. Kamu tahu kira-kira kapan datangnya, jadi kamu dapat menyiapkannya dari jauh hari.

Baca juga: Antara Financial Wellbeing dan Kesehatan Mental Karyawan

Manfaat Sinking Fund untuk Kesehatan Finansial Karyawan

Sinking fund menjaga arus kas bulanan tetap stabil. Pengeluaran besar dibayar dari dana terpisah, jadi gaji bulan berikutnya tidak terpotong dan kamu tidak perlu menutup tagihan dengan kartu kredit atau paylater. Dana darurat pun tetap utuh untuk kejadian tak terduga.

Tinjauan sistematis oleh Rosso et al. (2024) atas 136 studi empiris di jurnal Human Resource Management Review menunjukkan tekanan finansial menurunkan kesehatan, komitmen, dan kinerja karyawan. Menyiapkan tagihan besar dari jauh hari mengurangi salah satu sumber tekanan itu.

Setelah sinking fund berjalan, langkah berikutnya adalah merapikan seluruh pos keuanganmu. Kamu dapat memantau tabungan dan investasi lewat Payuung Pribadi.

Sinking Fund vs Dana Darurat

Keduanya disimpan terpisah dari rekening harian, tetapi fungsinya berbeda. Dana darurat menutup kejadian tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Sinking fund menutup pengeluaran dengan jadwal atau waktu yang jelas.

AspekSinking FundDana Darurat
TujuanPengeluaran terencanaKejadian tak terduga
Waktu pemakaianTenggat sudah diketahuiTidak dapat diprediksi
Target nominalSesuai harga kebutuhan3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan (lajang)
ContohPajak kendaraan, tiket pulang kampung, sertifikasiBiaya berobat, kehilangan pekerjaan
PrioritasSetelah dana darurat dasar tersediaPertama

Artikel DJKN Kementerian Keuangan dengan rujukan OJK menyebut dana darurat ideal sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan bagi lajang dan 6 sampai 12 kali bagi karyawan berkeluarga. Dahulukan dana darurat, lalu bangun sinking fund. Dengan sinking fund, pengeluaran terencana tidak lagi memakai dana darurat.

Baca juga: Rekomendasi Self Reward bagi Karyawan dengan Budget Minimal

Cara Mengalokasikan Sinking Fund dari Gaji

Cara Mengalokasikan Sinking Fund dari Gaji

Rumus dasarnya: target dana/jumlah bulan sampai tenggat. Hasilnya adalah setoran bulanan untuk satu tujuan.

1. Daftar Pengeluaran 12 Bulan ke Depan

Lihat mutasi rekening dan kalender tahun lalu untuk mengetahui tagihan tahunan. Tulis nominal dan bulan jatuh tempo masing-masing. Perbarui nominal jika harga berubah.

2. Hitung Setoran untuk Tiap Tujuan

Bagi target dengan jumlah bulan tersisa. Tabel berikut memakai contoh karyawan bergaji Rp6.000.000.

TujuanTargetTenggatSetoran per Bulan
Pajak kendaraanRp1.200.0006 bulanRp200.000
Servis kendaraanRp1.800.0009 bulanRp200.000
Tiket pulang kampungRp2.400.0008 bulanRp300.000
Biaya sertifikasiRp3.000.00010 bulanRp300.000
TotalRp8.400.000–Rp1.000.000

3. Cek Porsi terhadap Gaji

Total setoran Rp1.000.000 setara 16,7 persen dari gaji Rp6.000.000. Jika porsi ini mengurangi kebutuhan pokok atau cicilan, perpanjang tenggat atau kurangi target. Sinking fund tidak perlu selesai dalam waktu singkat.

4. Pisahkan Rekening

Simpan dana di rekening terpisah dari rekening gaji. Jika memakai satu rekening untuk semua tujuan, catat saldo tiap tujuan di spreadsheet. Pemisahan ini mencegah dana terpakai untuk belanja harian.

Baca juga: Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segitu? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

5. Otomatiskan di Tanggal Gajian

Atur transfer otomatis sehari setelah gaji masuk. Dengan cara ini, setoran terbayar sebelum pengeluaran lain. Saat THR atau bonus cair, alokasikan sebagian untuk mempercepat target.

Tempat Menyimpan Sinking Fund

Pilih tempat dengan saldo stabil dan mudah dicairkan, karena dana ini dipakai dalam waktu dekat. Rekening tabungan terpisah atau deposito jangka pendek sesuai tenggat memenuhi syarat itu. Hindari instrumen dengan nilai naik turun untuk tujuan berjangka pendek, karena nilainya dapat lebih kecil dari target saat tenggat tiba.

Kesalahan Umum Saat Menjalankan Sinking Fund

Kesalahan Umum Saat Menjalankan Sinking Fund

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan ketika mengalokasikan sinking fund:

  • Tidak menetapkan tenggat untuk tiap tujuan;
  • Mencampur sinking fund dengan dana darurat di satu rekening;
  • Memakai dana untuk keperluan lain tanpa menggantinya;
  • Menetapkan setoran terlalu besar sehingga berhenti di bulan ketiga;
  • Tidak memperbarui target saat harga berubah.

Rapikan Keuanganmu Bersama Payuung Pribadi

Setelah target sinking fund kamu hitung, langkah berikutnya adalah memastikan angka itu cocok dengan arus kas bulananmu. Kamu bisa catat pemasukan dan pengeluaran lewat Payuung Pribadi, lalu gunakan fitur Budgeting & Financial Check untuk membantu mengetahui kondisi keuanganmu saat ini dan langkah berikutnya. Jadi, kamu tidak perlu menebak prioritas sendiri. Mulai dari satu bulan pencatatan, karena data yang nyata membuat setoran sinking fund lebih akurat.

Sudah punya target sinking fund? Pastikan keuanganmu makin tertata bersama produk Payuung Pribadi!

Daftar Presentasi Payuung

Referensi

Rosso, V. F., Munoz-Pascual, L., & Galende, J. (2024). Do managers need to worry about employees’ financial stress? A review of two decades of research. Human Resource Management Review, 34(3), 101030. https://doi.org/10.1016/j.hrmr.2024.101030

DJKN. (2026, 1 September). Mengelola keuangan pribadi sebagai langkah awal menuju stabilitas dan kebebasan finansial. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-ambon/baca-artikel/18712/Mengelola-Keuangan-Pribadi-Sebagai-Langkah-Awal-Menuju-Stabilitas-dan-Kebebasan-Finansial.html