Sebagai platform yang hadir untuk kesejahteraan karyawan, Payuung akan menggelar Mental Health Day: Expert Panel, Mini Expo & Networking Event pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026. Event gratis ini berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta, tepat pada tanggal peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026. Temanya adalah “Anxious di Rumah, Burnout di Kantor: Menyeimbangkan Mental Health di Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan”.
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026: Tanggal, Sejarah, dan Tema
Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap 10 Oktober. Peringatan pertamanya berlangsung pada 1992 atas inisiatif World Federation for Mental Health (WFMH), dan kini WHO ikut mendukungnya. Tujuannya peringatan ini yaitu meningkatkan mental health awareness serta mendorong dukungan kesehatan mental di semua lapisan masyarakat.
WFMH menetapkan tema baru setiap tahun. Pada tahun 2026, WFMH menetapkan tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” berarti pengalaman nyata didengar, dan suara nyata mendorong perubahan nyata.
Baca juga: Antara Financial Wellbeing dan Kesehatan Mental Karyawan
Mengapa Kesehatan Mental Karyawan Perlu Jadi Prioritas HR?
WHO (2026) memperkirakan sekitar 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun akibat depresi dan kecemasan, dengan nilai produktivitas sekitar US$1 triliun per tahun. Angka tersebut bersifat global, tetapi arahnya jelas bahwa kondisi mental karyawan berdampak langsung pada kehadiran, fokus, dan kualitas kerja.
WHO juga menyebut diskriminasi dan ketidaksetaraan, beban kerja berlebih, kontrol kerja rendah, serta ketidakpastian kerja sebagai risiko bagi kesehatan mental. Semua risiko itu berada dalam kendali manajemen dan HR.
Baca juga: Cara Simpel Memberikan Apresiasi kepada Karyawan melalui Fitur Lencana Payuung
Mental Health Day: Expert Panel, Mini Expo & Networking Event

Batas antara urusan pribadi dan profesional makin sulit dipisahkan. Tekanan di rumah memengaruhi fokus dan performa kerja. Beban kerja tinggi terbawa pulang dan memengaruhi kondisi emosional. Topik panel menjawab kondisi ini dengan insight praktis untuk individu dan organisasi.
Event ini memadukan tiga format, yaitu panel diskusi, mini expo, dan networking. Melalui panel ini akan mengupas cara membangun healthy boundaries antara kehidupan pribadi dan pekerjaan hingga mengulas peran HR dan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja suportif dengan psychological safety.
Narasumber yang dihadirkan dalam event ini adalah sosok profesional dalam bidangnya, yaitu Patrick Simanjuntak, MBA, ACC, sebagai Growth Leadership Coach & Advisor dan Hafiza P. Sukmana, M.Psi., Psikolog, sebagai Psikolog Klinis Dewasa
Selain memperoleh knowledge soal kesehatan mental, peserta akan memperoleh benefit lainnya yaitu FREE:
- Medical check-up
- Skin check
- Light massage
- Snack box dan goodie bag
- Sesi networking
- Doorprize voucher konseling Payuung
Berbagai mitra dari bidang kesehatan, perawatan diri, dan gaya hidup mendukung event ini. Peserta dapat berdiskusi dengan narasumber, mencoba layanan di area mini expo, dan bertukar pengalaman dengan sesama praktisi HR.
Baca juga: Digitalisasi HR: Suatu Keniscayaan Bagi Perusahaan Bertahan di Era VUCA
4 Langkah HR Mendukung Kesehatan Mental Karyawan
Kecemasan di rumah dan kelelahan di kantor saling berkaitan. Karyawan membawa tekanan pribadi ke ruang kerja, lalu membawa beban kerja pulang. HR tidak dapat mengatur kehidupan pribadi karyawan, tetapi dapat membenahi sisi pekerjaan dan menyediakan dukungan psikologis karyawan.
1. Latih Manajer Mengenali Tanda Awal
WHO merekomendasikan pelatihan kesehatan mental bagi manajer untuk memperkuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka, serta mendorong karyawan mencari bantuan. Contoh tandanya antara lain pola kerja berubah, sering absen, mudah tersinggung, atau menjauh dari tim.
2. Atur Beban dan Jam Kerja
Tinjau target tiap kuartal berdasarkan kapasitas nyata tim. Batasi pesan kerja di luar jam kantor. Beban kerja berlebih termasuk risiko menurut WHO, jadi pengaturannya bagian dari pencegahan.
4. Dengarkan Karyawan Secara Rutin
Gunakan survei anonim, sesi tanya jawab dengan manajemen, dan forum kecil per divisi. Umumkan hasilnya beserta tindakan perusahaan. Langkah ini sejalan dengan tema 2026, yaitu suara karyawan berujung pada perubahan.
3. Sediakan Dukungan Psikologis Karyawan
Konseling dengan psikolog profesional memberi karyawan ruang bercerita dengan privasi yang terjaga. Pastikan semua karyawan tahu cara mengaksesnya. Sampaikan juga bahwa isi sesi tidak dibagikan ke atasan.
Payuung menyediakan fasilitas konseling dan dukungan fasilitas lainnya untuk tim perusahaan melalui benefit karyawan. Benefit-benefit seperti ini tentunya dapat membantu HR menjalankan komitmen kesejahteraan karyawan dengan struktur yang jelas.
Jangan lupa untuk datang ke Mental Health Day Payuung yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Sayangi dirimu dan peduli pada timmu dengan mengambil langkah praktis ini untuk menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan kerja. Daftar gratis sekarang di https://s.id/HealthyMargins2.
Sampai jumpa di event nanti, guys!
Referensi
WFMH. (2026, 11 Agustus). World Mental Health Day 2026 Theme. https://wmhdofficial.com/
WHO. (2026, 15 September). Mental health at work. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-at-work
Ada Event Mental Health Gratis dari Payuung, Catat Tanggalnya!
Related posts
Subscribe Now
* You will receive the latest news and updates on your favorite news
