Pernah merasa terus-menerus meragukan ingatan sendiri setelah rapat dengan atasan? Atau merasa bersalah atas kesalahan orang lain, padahal tidak melakukan apa pun? Kondisi ini bisa jadi termasuk tanda gaslighting di tempat kerja. Artikel ini merangkum ciri gaslighting kerja paling umum, baik dari atasan maupun rekan kerja, dampaknya untuk kesehatan mental, dan langkah konkret menghadapinya. Yuk, baca sampai tuntas!

Apa Itu Gaslighting?

Apa Itu Gaslighting di Tempat Kerja?

Istilah gaslighting berasal dari judul film tahun 1944 yaitu Gaslight. Dalam cerita itu, seorang suami memanipulasi istrinya sampai perempuan itu meragukan kewarasan sendiri.

Gaslighting yaitu kondisi yang membuat korban meragukan persepsi, ingatan, bahkan kompetensi diri sendiri secara perlahan. Di lingkungan kerja, pola serupa muncul antara atasan dan bawahan, atau antar rekan kerja. Pelaku memutarbalikkan fakta, menyangkal kejadian secara sengaja, lalu membuat korban merasa bersalah tanpa alasan jelas.

Studi mengenai workplace gaslighting oleh Kukreja & Pandey (2023) yang dipublikasikan lewat PubMed Central, membagi gaslighting kerja menjadi dua dimensi. Dimensi pertama, trivialization, yaitu meremehkan pengalaman dan perasaan korban. Dimensi kedua, affliction, yakni menekan korban secara emosional sampai kehilangan kepercayaan diri.

Baca juga: Cara Menghadapi Atasan NPD 

Ciri Gaslighting Atasan di Kantor

Gaslighting atasan sering tersamar rapi, sebab pelaku punya posisi lebih tinggi. Berikut beberapa ciri paling sering muncul:

  • Menyangkal instruksi sendiri. Atasan pernah memberi arahan tertentu, lalu menyangkalnya di depan tim ketika hasil kerja tidak sesuai harapan.
  • Mengubah aturan kerja mendadak. Tanggung jawab atau target berubah tanpa diskusi, membuat karyawan kesulitan menyesuaikan diri.
  • Mengkritik secara terbuka. Teguran disampaikan di depan rekan lain dengan nada merendahkan, bukan lewat percakapan privat.
  • Menunda informasi penting. Data atau keputusan penting disampaikan bertahap dan lambat, membuat karyawan kebingungan mengambil keputusan.
  • Membandingkan karyawan secara tidak adil. Satu orang selalu dipuji, satu lagi selalu disalahkan, meski performa kerja setara.

Ciri Gaslighting Rekan Kerja

Ciri Gashlighting Rekan Kerja

Gaslighting dari rekan kerja punya pola berbeda, sebab posisi sejajar membuat manipulasi terasa lebih personal. Beberapa tandanya:

  • Membuat cerita negatif berulang. Rekan kerja menyebarkan narasi buruk soal kinerja korban ke tim lain secara konsisten.
  • Menolak ide secara sistematis. Setiap pendapat korban dibantah tanpa alasan jelas, walau ide serupa diterima ketika berasal dari orang lain.
  • Meminta maaf secara manipulatif. Permintaan maaf diucapkan sekadar formalitas, tujuannya membuat korban merasa canggung dan akhirnya mengalah.
  • Mengisolasi korban dari kelompok. Korban perlahan tersingkir dari obrolan tim atau undangan proyek penting tanpa penjelasan.

Ciri gaslighting kerja seperti ini sering luput dari perhatian HR, sebab terlihat seperti konflik personal biasa, padahal termasuk manipulasi psikologis berkelanjutan.

Baca juga: Toxic Positivity di Tempat Kerja: Ketika “Semangat Terus!” Malah Menurunkan Performa

Dampak Gaslighting Kerja terhadap Kesehatan Mental

Riset berjudul Workplace Gaslighting: Implications for Employees’ Mental Health and Work Life oleh Moisoglou et al. (2025a) dilakukan pada 291 karyawan di Yunani lewat metode cross-sectional, mencatat hubungan signifikan antara gaslighting kerja dengan gejala cemas dan depresi. Skor gaslighting tinggi juga berkorelasi dengan quiet quitting dan penurunan keterlibatan kerja.

Riset lain Moisoglou et al. (2025b) pada perawat di Yunani mencatat gaslighting kerja berhubungan langsung dengan burnout dan niat resign. Dampak ini tidak berhenti pada rasa lelah sesaat. Korban gaslighting kerja berpotensi kehilangan kepercayaan diri dalam jangka panjang, sulit membuat keputusan, bahkan meragukan kompetensi profesional sendiri, walaupun sebelumnya memiliki performa yang baik.

Cara Menghadapi Gaslighting di Dunia Kerja

Cara Menghadapi Gaslighting di Tempat Kerja

Menghadapi gaslighting atasan atau rekan kerja perlu strategi konkret, bukan sekadar diam saja. Berikut langkah praktis untuk mulai melindungi diri:

  • Dokumentasikan setiap kejadian. Catat tanggal, waktu, dan isi percakapan penting. Simpan email atau pesan sebagai bukti tertulis.
  • Percaya pada intuisi sendiri. Bandingkan ingatan pribadi dengan catatan tertulis, bukan sekadar opini pelaku.
  • Cari dukungan dari orang terpercaya. Ceritakan situasi ke rekan, mentor, atau psikolog untuk mendapat sudut pandang objektif.
  • Tetapkan batasan komunikasi. Batasi interaksi dengan pelaku pada urusan profesional saja, hindari obrolan personal berlebihan.
  • Tetap tenang saat dikonfrontasi. Jawab dengan fakta konkret, misalnya menyebut tanggal dan bukti kerja, bukan reaksi emosional.

Langkah ini tentunya butuh konsistensi. Efeknya baru terasa kalau diterapkan berulang, bukan sekali dua kali saja.

Baca juga: Dari FOMO ke JOMO: Cara Menemukan Ketenangan Kerja di Era Serba Cepat

Lapor ke HR atau Cari Bantuan Profesional

Ciri gaslighting kerja sering muncul pelan-pelan, sampai korban sendiri tidak sadar sedang termanipulasi. Kalau kondisi ini terasa familiar, segera cari bantuan sebelum berdampak lebih jauh ke kesehatan mental.

Laporkan kondisi ke HR kalau gaslighting kerja sudah memengaruhi performa, kesehatan fisik, atau kesehatan mental secara nyata. Bawalah dokumentasi lengkap supaya prosesnya berjalan objektif.

Apabila kamu bagian dari HR dan ingin perusahaanmu punya lingkungan kerja yang sehat, pelajari fasilitas employee assistance program berupa benefit konseling karyawan dari Payuung. Karyawan mendapat akses ke psikolog profesional, sementara HR punya solusi konkret saat laporan gaslighting masuk.

Fasilitas Konseling Karyawan

Kamu karyawan dan perusahaanmu belum berafiliasi dengan Payuung? Tenang, kamu masih tetap punya akses lewat Payuung Pribadi dan jadwalkanlah sesi konseling individual sesuai kebutuhanmu!

Daftar Presentasi Payuung

Referensi

Kukreja, P. & Pandey, J. (2023). Workplace gaslighting: Conceptualization, development, and validation of a scale. Front. Psychol. 14:1099485. doi: 10.3389/fpsyg.2023.1099485

Moisoglou, I., Katsiroumpa, A., Konstantakopoulou, O., Mangoulia, P., Tsiachri, M., Koinis, A., Kyriakatis, G. M., & Galanis, P. (2025a). Workplace gaslighting: Implications for employees’ mental health and work life in Greece. Healthcare (Basel, Switzerland), 13(24), 3255. https://doi.org/10.3390/healthcare13243255

Moisoglou, I., Katsiroumpa, A., Konstantakopoulou, O., Papathanasiou, I. V., Katsapi, A., Prasini, I., Chatzi, M., & Galanis, P. (2025b). Workplace gaslighting is associated with nurses’ job burnout and turnover intention in greece. Healthcare (Basel, Switzerland), 13(13), 1574. https://doi.org/10.3390/healthcare13131574