{"id":3671,"date":"2026-10-05T10:53:24","date_gmt":"2026-10-05T03:53:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/?p=3671"},"modified":"2026-10-05T10:53:25","modified_gmt":"2026-10-05T03:53:25","slug":"arti-technostress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/","title":{"rendered":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?"},"content":{"rendered":"\n<p><em><strong>Technostress<\/strong> <\/em>di tempat kerja adalah <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/cara-perusahaan-menangani-stress-pada-karyawan\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">stres <\/mark><\/a>akibat penggunaan teknologi digital yang berlebihan untuk bekerja, seperti <em>email<\/em>, aplikasi chat, rapat <em>online<\/em>, dan sistem kerja baru. Stres karena teknologi muncul saat tuntutan digital melebihi kapasitas kamu untuk mengelolanya. Tandanya antara lain lelah mental, sulit fokus, dan susah lepas dari pekerjaan setelah jam kantor.<\/p>\n\n\n\n<p>Data <em><a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/worklab\/work-trend-index\/breaking-down-infinite-workday\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Microsoft Work Trend Index 2025<\/mark><\/a> <\/em>mencatat karyawan menerima gangguan dari rapat, email, atau notifikasi setiap 2 menit selama jam kerja inti. Jika aktivitas di luar jam kerja dihitung, totalnya mencapai 275 gangguan per hari. Survei juga menunjukkan 48% karyawan merasa pekerjaan mereka kacau dan terpecah-pecah. Artikel ini mengulas arti, penyebab, gejala, dan cara mengatasi <em>technostress<\/em>. Simak sampai tuntas, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan <em>Technostress <\/em>dan <em>Digital Overload<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Perbedaan-Technostress-dan-Digital-Overload.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Perbedaan-Technostress-dan-Digital-Overload.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3682\" srcset=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Perbedaan-Technostress-dan-Digital-Overload.jpg 720w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Perbedaan-Technostress-dan-Digital-Overload-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Perbedaan-Technostress-dan-Digital-Overload-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dua istilah ini sering tertukar. <em>Digital overload <\/em>adalah kondisi saat arus informasi, notifikasi, dan aplikasi melebihi kapasitas kamu untuk mengolahnya. Sementara itu, <em>technostress <\/em>yaitu reaksi stres dari kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, kamu menerima ratusan email dan puluhan chat dalam sehari. Itu <em>digital overload<\/em>. Adapun rasa cemas, sulit fokus, dan lelah setelah membaca semuanya disebut <em>technostress<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-amber-color\">Baca juga:<\/mark><\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/cara-menghadapi-gaslighting-di-tempat-kerja\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Kenali Gaslighting di Tempat Kerja dan Cara Menghadapinya<\/mark><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Digital overload<\/em> tidak selalu memicu <em>technostress<\/em>. Dampaknya berbeda pada tiap orang, tergantung kebiasaan kerja, kemampuan memakai teknologi, dan dukungan perusahaan. Berikut adalah karakteristik pembedanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Tabel Perbedaan <em>Technostress<\/em> dan <em>Digital Overload<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Aspek<\/th><th>Digital overload<\/th><th>Technostress<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Sifat<\/td><td>Kondisi di lingkungan kerja<\/td><td>Reaksi stres pada diri karyawan<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Penyebab<\/td><td>Volume informasi, notifikasi, dan aplikasi berlebih<\/td><td><em>Digital overload<\/em>, sistem sulit dipakai, tuntutan selalu terhubung, rasa terancam teknologi<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Contoh<\/td><td>Ratusan email dan chat masuk dalam sehari<\/td><td>Cemas, lelah, dan sulit tidur setelah jam kerja<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Fokus penanganan<\/td><td>Kurangi dan rapikan arus informasi<\/td><td>Kelola reaksi dan perbaiki kebijakan kerja<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Technostress<\/em> berkepanjangan juga berdampak pada karier, utamanya penurunan kepuasan kerja, komitmen pada perusahaan, produktivitas, dan <em><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/manfaat-pentingnya-work-life-balance\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">work-life balance<\/mark><\/a><\/em>. Penurunan ini memengaruhi performa kerja, sementara performa menjadi dasar penilaian karier. Istilah <em>technostress <\/em>biasanya dipakai luas dalam riset sistem informasi dan psikologi kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Penyebab <em>Technostress <\/em>di Tempat Kerja<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/5-Penyebab-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/5-Penyebab-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg\" alt=\"5 Penyebab Technostress di Tempat Kerja\" class=\"wp-image-3683\" srcset=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/5-Penyebab-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg 720w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/5-Penyebab-Technostress-di-Tempat-Kerja-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/5-Penyebab-Technostress-di-Tempat-Kerja-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut adalah lima penjelasan tiap penyebab di tempat kerja:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Beban Kerja Digital Berlebih (<em>Techno-Overload<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Techno-overload <\/em>terjadi saat teknologi memaksa kamu bekerja lebih cepat dan lebih lama. Informasi datang dari banyak kanal sekaligus, dan kamu perlu memilah mana prioritas. Data <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/worklab\/work-trend-index\/breaking-down-infinite-workday\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Microsoft (2025)<\/mark><\/a> mencatat gangguan setiap 2 menit selama jam kerja inti, sehingga waktu fokus sulit terbentuk. Dampaknya, pekerjaan inti tertunda dan jam kerja memanjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Batas Kerja dan Kehidupan Pribadi yang Kabur (<em>Techno-Invasion<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Techno-invasion<\/em> terjadi saat teknologi membuat kamu terhubung terus tanpa batas ruang dan waktu. Tugas kerja masuk ke waktu pribadi dan mengganggu <em>work-life balance<\/em>. <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/worklab\/work-trend-index\/breaking-down-infinite-workday\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Microsoft (2025)<\/mark><\/a><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"> <\/mark>mencatat rapat setelah pukul 8 malam naik 16% dari tahun ke tahun. Studi dari <a href=\"https:\/\/www.frontiersin.org\/journals\/psychology\/articles\/10.3389\/fpsyg.2022.873846\/full\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Zhang et al. (2022)<\/mark><\/a><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"> <\/mark>pada 254 karyawan R&amp;D menunjukkan <em>techno-invasion<\/em> berpengaruh paling besar terhadap kelelahan kerja di antara penyebab lain dan batas jam kerja perlu dijaga lebih dulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Sistem Baru yang Terasa Rumit (<em>Techno-Complexity<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Techno-complexity<\/em> muncul saat teknologi baru terasa rumit dan butuh usaha besar untuk dipahami. Contohnya pergantian <a href=\"https:\/\/www.hadirr.com\/blog\/aplikasi-presensi-online-karyawan\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">aplikasi presensi online<\/mark><\/a>, <a href=\"https:\/\/www.gadjian.com\/blog\/2026\/05\/26\/hris-berbasis-ai-terbaik\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">HRIS<\/mark><\/a>, atau sistem pelaporan tanpa pelatihan memadai. Karyawan merasa kurang kompeten, padahal masalahnya ada pada proses adaptasi. Hasilnya, tugas sederhana memakan waktu lebih lama dan rasa percaya diri turun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-amber-color\">Baca juga:<\/mark><\/strong> <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/cara-menghadapi-bullying-di-kantor\/\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Pulih dari Bullying di Kantor Tanpa Harus Buru-Buru Resign<\/mark><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Rasa Terancam oleh Teknologi (<em>Techno-Insecurity<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Techno-insecurity<\/em> adalah persepsi bahwa teknologi dan tuntutan untuk selalu mengikuti pembaruan mengancam pekerjaan kamu. Kecemasan ini muncul saat otomatisasi atau <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/5-cara-mengelola-kecemasan-akibat-ancaman-ai-di-tempat-kerja\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">ancaman AI<\/mark><\/a> mulai mengambil sebagian tugas. Karyawan sering merasa perlu terus belajar keterampilan baru agar tetap relevan. Tekanan itu berlangsung lama dan sulit hilang tanpa kepastian arah pengembangan karier.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Perubahan Teknologi Tanpa Jeda (<em>Techno-Uncertainty<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Techno-uncertainty<\/em> muncul dari perubahan dan pembaruan teknologi berlangsung terus-menerus. <em>Tools <\/em>kerja, antarmuka, dan alur kerja berubah sebelum karyawan sempat menguasai versi sebelumnya. Tekanan baru datang sebelum tekanan lama selesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Studi dari <a href=\"https:\/\/www.frontiersin.org\/journals\/psychology\/articles\/10.3389\/fpsyg.2022.873846\/full\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Zhang et al. (2022<\/mark><\/a><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><a href=\"https:\/\/www.frontiersin.org\/journals\/psychology\/articles\/10.3389\/fpsyg.2022.873846\/full\">)<\/a><\/mark> pada 254 karyawan R&amp;D tersebut mencatat <em>techno-overload<\/em> dan <em>techno-uncertainty<\/em> tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Dampak tiap penyebab berbeda pada tiap kelompok karyawan, jadi kenali penyebab dominan di tempat kerjamu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gejala <em>Technostress<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Literatur review oleh <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpsyg.2018.02569\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Brivio et al (2018)<\/mark><\/a> diketahui gejala dari <em>technostress <\/em>yakni gejala fisiknya berupa kelelahan, mudah tersinggung, dan sulit tidur. Di samping itu, gejala psikologisnya meliputi rasa frustrasi, beban mental dan tekanan waktu terasa meningkat, serta perasaan yang tidak karuan. Perhatikan tanda berikut dalam keseharianmu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lelah di akhir hari padahal tidak banyak bergerak.<\/li>\n\n\n\n<li>Sulit tidur setelah melihat notifikasi kerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Mudah kesal saat ada pesan baru masuk.<\/li>\n\n\n\n<li>Sibuk seharian, tetapi hasil kerja terasa sedikit.<\/li>\n\n\n\n<li>Kepuasan kerja menurun dan komitmen pada pekerjaan melemah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hubungan <em>Technostress<\/em>, <em>Digital Overload<\/em>, dan <em>Burnout<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Digital overload<\/em> berkepanjangan membuat stres kerja menumpuk. <a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/detail\/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">WHO (2019)<\/mark><\/a> mendefinisikan <em>burnout <\/em>sebagai sindrom akibat stres kerja kronis dan tidak berhasil dikelola, dengan tiga ciri yaitu kelelahan energi, jarak mental terhadap pekerjaan, dan menurunnya profesionalitas. WHO mengategorikan <em>burnout <\/em>sebagai fenomena okupasi, bukan kondisi medis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibiarkan, kelelahan kerja akibat <em>technostress <\/em>dapat berkembang menjadi <em>burnout<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengatasi <em>Technostress <\/em>di Tempat Kerja<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cara-Mengatasi-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cara-Mengatasi-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg\" alt=\"Cara Mengatasi Technostress di Tempat Kerja\" class=\"wp-image-3684\" srcset=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cara-Mengatasi-Technostress-di-Tempat-Kerja.jpg 720w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cara-Mengatasi-Technostress-di-Tempat-Kerja-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cara-Mengatasi-Technostress-di-Tempat-Kerja-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah untuk Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Matikan notifikasi tidak penting. Sisakan notifikasi dari atasan dan klien utama.<\/li>\n\n\n\n<li>Jadwalkan waktu cek email dan chat, misalnya tiga kali sehari, agar waktu fokus tidak terpotong.<\/li>\n\n\n\n<li>Tetapkan batas jam kerja. Setelah jam kantor, keluar dari aplikasi chat kerja atau aktifkan mode jangan ganggu.<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangi jumlah aplikasi. Sepakati satu kanal aplikasi untuk tiap jenis komunikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Minta pelatihan saat ada sistem baru, jangan belajar sendiri sambil mengejar target.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jeda singkat juga membantu. Kamu juga bisa mencoba <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/teknik-pomodoro-dan-mindfulness-kombinasi-jaga-fokus-karyawan\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">teknik Pomodoro<\/mark><\/a>, yaitu kerja 25 menit lalu istirahat 5 menit tanpa layar. Saat pikiran terasa penuh, latih <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/sering-mengalami-kecemasan-kerja-lakukan-mindful-grounding-teknik-5-4-3-2-1-segera\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><em>mindful grounding<\/em> 5-4-3-2-1<\/mark><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-amber-color\">Baca juga:<\/mark><\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/hustle-culture\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Hustle Culture Detox: Keluar dari Budaya Kerja Berlebihan?<\/mark><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah untuk Perusahaan dan HR<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sepakati jam respons. Pesan di luar jam kerja tidak wajib dibalas hari itu juga.<\/li>\n\n\n\n<li>Tentukan fungsi tiap kanal. Email untuk informasi formal, chat untuk urusan cepat, rapat untuk keputusan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangi rapat dadakan. Microsoft mencatat 57% rapat berlangsung tanpa undangan kalender, dan rapat setelah pukul 8 malam naik 16% dari tahun ke tahun.<\/li>\n\n\n\n<li>Beri pelatihan dan alasan perubahan sebelum meluncurkan sistem baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Sediakan dukungan kesehatan mental dan finansial agar karyawan punya tempat bersandar saat tekanan kerja meningkat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kebiasaan Digital Wellbeing Harian<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Digital wellbeing<\/em> adalah kemampuan mengatur penggunaan teknologi agar tetap sehat secara fisik dan mental. Kamu bisa memulai dari rutinitas kecil berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Waktu<\/th><th>Kebiasaan<\/th><th>Tujuan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Pagi<\/td><td>Tentukan 3 prioritas kerja sebelum cek email dan chat<\/td><td>Mengurangi reaksi spontan pada notifikasi<\/td><\/tr><tr><td>Siang<\/td><td>Makan siang 20 menit tanpa menyentuh pekerjaan<\/td><td>Memberi jeda mental<\/td><\/tr><tr><td>Sore<\/td><td>Balas pesan tertunda dalam satu sesi<\/td><td>Menjaga blok fokus tidak terpecah<\/td><\/tr><tr><td>Malam<\/td><td>Matikan notifikasi kerja dan simpan ponsel kerja di luar kamar tidur<\/td><td>Melindungi waktu istirahat dan kualitas tidur<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelola <em>Technostress<\/em> Bersama Payuung<\/h2>\n\n\n\n<p>Stres kerja akibat teknologi dapat memengaruhi fokus, energi, dan ketenangan karyawan. Ruang untuk bercerita dan mendapat arahan profesional pasti akan sangat dibutuhkan oleh karyawan. <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-amber-color\">Payuung<\/mark><\/strong><\/a> menyediakan fasilitas konseling dan dukungan kesehatan mental profesional untuk tim perusahaan melalui <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/benefit-karyawan\/solusi-konseling-karyawan\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Solusi Konseling Karyawan<\/strong><\/mark><\/a>. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/benefit-karyawan\/solusi-konseling-karyawan\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Fasilitas-Konseling-Karyawan.jpg\" alt=\"Fasilitas Konseling Karyawan\" class=\"wp-image-3612\" srcset=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Fasilitas-Konseling-Karyawan.jpg 720w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Fasilitas-Konseling-Karyawan-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Fasilitas-Konseling-Karyawan-585x390.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Benefit ini akan sangat memudahkan karyawan langsung memanfaatkan layanannya tanpa alur birokrasi yang ribet. Ditambah lagi jika perusahaanmu sudah berafiliasi dengan <a href=\"https:\/\/www.gadjian.com\/\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-green-cyan-color\">Gadjian<\/mark><\/strong><\/a>, penggunaan akses dan monitoring penggunaan akan terintegrasi dengan alur operasional HR perusahaanmu. Kesejahteraan dan produktivitas akan terjamin meningkat karena karyawan benar-benar merasa didukung terkait kondisi dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaanmu ingin membangun lingkungan kerja yang <em>green flag<\/em>? Pelajari fasilitas <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/benefit-karyawan\/solusi-konseling-karyawan\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Solusi Konseling Karyawan<\/strong><\/mark><\/a><\/strong><\/mark> untuk tim perusahaanmu! Atau jika kamu adalah seorang karyawan dan perusahaanmu belum berafiliasi dengan <a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-amber-color\">Payuung<\/mark><\/strong><\/a>, kamu bisa akses layanan konseling secara individual melalui <a href=\"https:\/\/www.payuungpribadi.com\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-green-cyan-color\"><strong>Payuung Pribadi<\/strong><\/mark><\/a>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.payuung.com\/sign-up\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"196\" height=\"63\" src=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/BUTTON-PAYUUNG-585x189-1-e1722224679135.png\" alt=\"Daftar Presentasi Payuung\" class=\"wp-image-2798\"\/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p>Brivio, E., Gaudioso, F., Vergine, I., Mirizzi, C. R., Reina, C., Stellari, A., &amp; Galimberti, C. (2018). Preventing technostress through positive technology. <em>Frontiers in psychology<\/em>, <em>9<\/em>, 2569. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpsyg.2018.02569\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-pale-cyan-blue-color\">https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpsyg.2018.02569<\/mark><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Microsoft WorkLab (2025, 17 Juni). <em>Breaking down the infinite workday<\/em>. <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/worklab\/work-trend-index\/breaking-down-infinite-workday\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-pale-cyan-blue-color\">https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/worklab\/work-trend-index\/breaking-down-infinite-workday<\/mark><\/a> <\/p>\n\n\n\n<p>World Health Organization (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International Classification of Diseases.<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-pale-cyan-blue-color\"> <\/mark><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/detail\/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-pale-cyan-blue-color\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/detail\/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases<\/mark><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Zhang, Z., Ye, B., Qiu, Z., Zhang, H. &amp; Yu, C. (2022). Does technostress increase R&amp;D employees&#8217; knowledge hiding in the digital era? <em>Front. Psychol, 13<\/em>(873846). <a href=\"https:\/\/www.frontiersin.org\/journals\/psychology\/articles\/10.3389\/fpsyg.2022.873846\/full\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-pale-cyan-blue-color\">doi: 10.3389\/fpsyg.2022.873846<\/mark><\/a>  <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Technostress di tempat kerja adalah stres akibat penggunaan teknologi digital yang berlebihan untuk bekerja, seperti email, aplikasi chat, rapat online,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":3681,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[258],"tags":[161,448,447,437,431,214,445,446,394],"class_list":["post-3671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-mental","tag-benefit-karyawan","tag-burnout-karyawan","tag-digital-wellbeing","tag-employee-assistance-program","tag-konseling-karyawan","tag-stres-kerja","tag-technostress","tag-technostress-di-tempat-kerja","tag-work-life-balance-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/gadjian?_rdc=1&amp;amp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3b_rdr\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-05T03:53:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-05T03:53:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fast8\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gadjian\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gadjian\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fast8\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fast8\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c52edc067df811caf7dfc3ba030b9e73\"},\"headline\":\"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?\",\"datePublished\":\"2026-10-05T03:53:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-05T03:53:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/\"},\"wordCount\":1280,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"keywords\":[\"Benefit Karyawan\",\"burnout karyawan\",\"digital wellbeing\",\"employee assistance program\",\"konseling karyawan\",\"stres kerja\",\"technostress\",\"technostress di tempat kerja\",\"work life balance\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan Mental\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/\",\"name\":\"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-05T03:53:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-05T03:53:25+00:00\",\"description\":\"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"width\":720,\"height\":480,\"caption\":\"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/arti-technostress\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Membahas Masalah\\\/Tantangan Bisnis &amp; Benefit Karyawan (Employee Benefit) | Blog Payuung\",\"description\":\"Apa saja masalah, tantangan &amp; peluang bisnis di Indonesia? Apa saja benefit perusahaan untuk karyawan terbaik? Temukan solusi dan jawabannya di blog Payuung!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT. Fatiha Sakti\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/logofast8.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/logofast8.png\",\"width\":294,\"height\":242,\"caption\":\"PT. Fatiha Sakti\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/gadjian?_rdc=1&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;_rdr\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gadjian\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gadjian\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gadjian\\\/mycompany\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UChU_wz7E-fZTlJ_89y6j0Lw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c52edc067df811caf7dfc3ba030b9e73\",\"name\":\"Fast8\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fast8\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.payuung.com\\\/blog\\\/author\\\/fast8\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -","description":"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -","og_description":"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!","og_url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/gadjian?_rdc=1&amp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3bamp%3b_rdr","article_published_time":"2026-10-05T03:53:24+00:00","article_modified_time":"2026-10-05T03:53:25+00:00","og_image":[{"width":720,"height":480,"url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fast8","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gadjian","twitter_site":"@gadjian","twitter_misc":{"Written by":"Fast8","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/"},"author":{"name":"Fast8","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#\/schema\/person\/c52edc067df811caf7dfc3ba030b9e73"},"headline":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?","datePublished":"2026-10-05T03:53:24+00:00","dateModified":"2026-10-05T03:53:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/"},"wordCount":1280,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","keywords":["Benefit Karyawan","burnout karyawan","digital wellbeing","employee assistance program","konseling karyawan","stres kerja","technostress","technostress di tempat kerja","work life balance"],"articleSection":["Kesehatan Mental"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/","url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/","name":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","datePublished":"2026-10-05T03:53:24+00:00","dateModified":"2026-10-05T03:53:25+00:00","description":"Technostress adalah stres karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Kenali penyebab hingga cara mengatasinya demi digital wellbeing!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arti-Technostress-di-Tempat-Kerja-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","width":720,"height":480,"caption":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/arti-technostress\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arti Technostress di Tempat Kerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/","name":"Membahas Masalah\/Tantangan Bisnis &amp; Benefit Karyawan (Employee Benefit) | Blog Payuung","description":"Apa saja masalah, tantangan &amp; peluang bisnis di Indonesia? Apa saja benefit perusahaan untuk karyawan terbaik? Temukan solusi dan jawabannya di blog Payuung!","publisher":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#organization","name":"PT. Fatiha Sakti","url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/logofast8.png","contentUrl":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/logofast8.png","width":294,"height":242,"caption":"PT. Fatiha Sakti"},"image":{"@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/gadjian?_rdc=1&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;_rdr","https:\/\/x.com\/gadjian","https:\/\/www.instagram.com\/gadjian\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gadjian\/mycompany\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UChU_wz7E-fZTlJ_89y6j0Lw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/#\/schema\/person\/c52edc067df811caf7dfc3ba030b9e73","name":"Fast8","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44f832139cb870e50230890e65e3a36b4c43f0e7a706f5bd1acb3d4dab9eb0cf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fast8"},"url":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/author\/fast8\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3671"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3687,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3671\/revisions\/3687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.payuung.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}